Selasa, 07 November 2023

NINI THOWONG

TARI KERAKYATAN

TARI NINI THOWONG BANTUL




1. FUNGSI TARI: Dimulai pada tahun 1938 Nini thowong dikembangkan sebagai salah satu hiburan sekaligus upaya pengobatan secara magis. Setelah melalui perkembangan zaman ini kemudian menjadi sebuah objek hiburan pertunjukan yang dikembangkan kemudian dalam wujud tari.


2. MAKNA TARI: Nini Thowong terdiri dari dua kata, nini dan thowong. Nini dalam bahasa Jawa artinya nenek, dan thowong diartikan kosong. Nini Thowong adalah seorang perempuan yang sudah tua (roh alus) dan menempati tempat boneka yang masih kosong. Benda ini kemudian digunakan untuk memanggil roh halus agar mau menempatinya. 

3. SEJARAH: Dimulai pada tahun 1938 Nini thowong dikembangkan sebagai salah satu hiburan sekaligus upaya pengobatan secara magis. Setelah melalui perkembangan zaman ini kemudian menjadi sebuah objek hiburan pertunjukan yang dikembangkan kemudian dalam wujud tari

4. PERLENGKAPAN:
A. TATA RIAS: Tata Rias yang dugunakan dalam tarian ini ialah tat rias Karakter
B. TATA BUSANA: Busana adat yang digunakan pada Tari Nini Thowong ini merupakan pakaian adat jawa biasa. Penari laki-laki pada tari ini menggunakan surjan dan juga mengenakan kain batik di bagian bawah. Sedangkan busana yang dikenakan pada perempuan yaitu kain batik bermotif parang dan berkebaya.
C. PROPERTI: Boneka Nini Thowong, Sesajen


Rabu, 25 Oktober 2023

Mengenal Rumah Adat Nusantara





Judul buku: Mengenal Rumah Adat Nusantara
Pengarang: Mia Siti Aminah 
Penerbit: Penerbit Cakrawala. Perum Griya Sidokarto Asri Blok C No.3 Sidokarto, Godean, Yogyakarta 55564
Jumlah Halaman: 118 halaman
Cetakan: Cetakan pertama, 2011
Isi: Indonesia yang memiliki keanekaragaman budaya, terdiri dari 33 provinsi yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Pada setiap provinsinya diperkaya dengan kehidupan sosial, adat istiadat, dan seni yang mengandung ciri khas daerah. Ciri khas daerah tersebut dapat kita amati dari pakaian adat, tarian adat, senjata tradisional, dan rumah adat. Rumah adat berfungsi sebagai tempat keluarga untuk tinggal, berlindung, musyawarah, dan menyelenggarakan berbagai kegiatan adat. Pada umumnya, rumah adat memiliki bentuk yang unik dan dilengkapi dengan aksesorisnya. Bahan bangunan yang digunakan biasanya berupa kayu dan bambu yang banyak dijumpai di sekitar kita. Buku ini dikemas secara khusus untuk membuka wawasan kita tentang rumah adat yang di Indonesia. Kita akan diperkenalkan dengan nama rumah adat, ciri ciri rumah adat, bagian rumah adat, dan bentuk rumah adat. Buku ini sangat sesuai digunakan sebagai acuan bagi generasi muda bangsa Indonesia, untuk menambah wawasan dan kecintaannya terhadap kebudayaan Indonesia. Dengan mengenal rumah adat sebagai salah satu warisan budaya nenek moyang, kita diharapkan bisa menjaga dan melestarikannya.

TARI SATRIO WATANG

 TARI KLASIK GAYA YOGYAKARTA

TARI SATRIO WATANG



1. FUNGSI TARI SATRIO WATANG:

Tari Satrio Watang atau yang kerap dikenal dengan nama tari Prawiro Watang ini merupakan tarian tradisional Yogyakarta yang menceritakan tentang kegagagahan para prajurit-prajurit di zaman dahulu, dimana para prajurit tersebut sangat mahir dan liahi di dalam memakai senjata Watang atau Tongkat.

2. MAKNA TARI SATRIO WATANG:

Makna dari Tari satrio watang adalah bentuk abdi dan taatnya para prajurit pada kerajaan yang memperlihatkan keberanian dalam membela dan mempertahankan tanah air. Gerakan Tari Satrio Watang ini begitu mantap mulai dari ayunan tongkat kayunya, gerakan tangan, sampai gerakan kaki yang maju dan bergeser secara serentak.

Gerakan Tari Satrio Watang ini memperlihatkan bahwa prajurit kerajaan pada zaman dahulu yang sangat lihai ketika menggunakan senjata berupa tongkat dengan ujung yang runcing.

3. SEJARAH TARI SATRIO WATANG:

Tarian ini menceritakan tentang kegagahan prajurit zaman dulu yang pandai menggunakan senjata. Sesuai dengan namanya, Satrio yang berarti prajurit dan Watang yang berarti tongkat, tarian ini menggunakan tongkat sebagai ciri khas dalam pentas.

4. PERLENGKAPAN:

a. Tata Busana: Busana adat yang digunakan pada Tari Satrio Watang ini merupakan pakaian adat khas dari Keraton Yogyakarta pada zaman dahulu. Penari laki-laki pada Tari Satrio Watang ini bertelanjang dada namun memakai selendang kecil yang menyambung juga ke bagian leher. Selendang ini berwarna merah dengan motif khas Jawa yang berwarna kuning emas. Penari juga memakai ikat pinggang yang memiliki warna dan motif senada dengan selendang yang digunakan dilengkapi juga dengan kain penutup yang bermotifkan batik berwarna putih dan coklat di bagian celana. Aksesoris-aksesoris pun tidak luput untuk digunakan sebagai pelengkap. Aksesoris yang digunakan terdiri dari ikat kepala, gelang, keris di bagian belakang, dan gelang kaki. Untuk busana adat yang digunakan tidak mengalami perubahan yang signifikan dari masa ke masa, masih mempertahankan esensi terdahulu.

b. Tata Rias:  Tata rias yang digunakan tari satriyo Watang adalah Tata Rias Karakter

c. Properti: Tongkat

Senin, 02 Oktober 2023

Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949

 

Sumber:https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fmanunggal.undip.ac.id%2F72-tahun-serangan-umum-1-maret-1949-pantang-mundur-sebelum-makmur%2F&psig=AOvVaw2e7RdHyk72onMmFRYJogpi&ust=1696399505994000&source=images&cd=vfe&opi=89978449&ved=0CAUQjB1qFwoTCNDfkuSa2YEDFQAAAAAdAAAAABAE



Tentang Monumen Serangan Umum 1 Maret Yogyakarta 

Monumen Serangan Umum 1 Maret berada di area sekitar Museum Benteng Vredeburg yaitu tepat di depan Kantor Pos Besar Yogyakarta. Monumen ini dibangun untuk memperingati serangan tentara Indonesia terhadap Belanda pada tanggal 1 Maret 1949.

Ketika itu Negara Indonesia telah dianggap lumpuh dan tidak ada oleh Belanda. Untuk membuktikan bahwa Negara Indonesia masih ada maka dilakukan serangan besar-besaran. Serangan ini dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Soeharto, Komandan Brigade 10 daerah Wehrkreise III.

Dalam peperangan itu, Kota Yogyakarta itu berhasil diduduki oleh TNI selama 6 jam sampai dengan pukul 12.00, sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya. Dengan berhasilnya Serangan Umum 1 Maret ini maka moril TNI semakin meningkat dan mampu mematahkan propaganda yang dilakukan Belanda.

Saat ini Monumen Serangan Umum 1 Maret ini merupakan salah satu landmark dan cagar budaya provinsi DIY sebagai bangunan yang mengingatkan tentang sejarah perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah pada masa lalu.

Pada saat-saat tertentu terutama pada waktu hari besar Nasional misalnya hari Kemerdekaan atau hari Pahlawan, monumen ini sering digunakan sebagai tempat acara untuk memperingati hari besar tersebut.

Tujuan Serangan Umum 1 Maret 1949

Tim Center for Information Analysis dalam buku berjudul Kontroversi Serangan Umum 1 Maret 1949 menjelaskan bahwa Serangan Umum 1 Maret 1949 itu memiliki berbagai tujuan, yaitu:
    • Mendukung perjuangan yang dilaksanakan secara diplomasi.
    • Meningkatkan moral rakyat dan prajurit yang sedang bergerilya.
    • Menunjukkan kepada dunia Internasional bahwa TNI masih memiliki kekuatan yang bisa mengadakan ofensif.
    • Untuk mematahkan moral pasukan Belanda.

    Dampak Serangan Umum 1 Maret 1949

    Adapun dampak yang terjadi akibat Serangan Umum 1 Maret 1949, di antaranya:

      • Menunjukkan terhadap dunia bahwa Indonesia tetap ada dan TNI mampu terus menyerang.
      • Mendukung diplomasi RI terhadap forum PBB.
      • Mendorong perubahan sikap Amerika Serikat dan akhirnya balik menekan Belanda supaya berunding bersama RI.
      • Mampu mematahkan moral pasukan Belanda.
      • Mengusir pasukan Belanda dari Yogyakarta.

      AlamatJl. Margo Mulyo No.6, Ngupasan, Kec. Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55122
      Jam

                    Selasa, 05 September 2023

                    Pinguin

                     

                    Sumber: Pinterest


                    Penguin atau pinguin adalah hewan akuatik jenis burung yang tidak bisa terbang dan secara umum hidup di belahan Bumi selatan. Di seluruh dunia terdapat 16 spesies penguin tergantung pada apakah dua spesies Eudyptula dihitung juga sebagai spesies. Wikipedia
                    KecepatanPenguin kaisar: 6 – 9 km/jam
                    Nama ilmiahSpheniscidae
                    Lama hidupPenguin kaisar: 15 – 20 tahun, Penguin kecil: 6 tahun
                    TinggiPenguin kaisar: 1,1 – 1,3 m, Penguin kecil: 30 – 35 cm, Penguin galapagos: 49 – 53 cm
                    KerajaanAnimalia
                    KelasAves

                    NINI THOWONG

                    TARI KERAKYATAN TARI NINI THOWONG BANTUL 1. FUNGSI TARI: Dimulai pada tahun 1938 Nini thowong dikembangkan sebagai salah satu hiburan sekali...